TEKNIK-TEKNIK DASAR CORNERING

Yahooo.. bro and sis, kali ini kita akan membahas tentang teknik-teknik dasar dari cornering. Yaps... kita akan membahas bagaimana kita bisa disebut sedang cornering atau hanya "memaksa untuk cornering" juga bagaimana cornering bisa menjadi sesuatu yang fun namun juga safety dan masih mengedepankan respek kepada sesama pengguna jalan raya. Karena cornering sebenarnya hanya salah satu dari aktivitas riding. Dan saya akan bagikan pengalaman saya ketika mengikuti riding academy yang saya banggakan.

Kenapa saya memilih untuk membahas teknik dasar cornering di jalan raya adalah karena saat ini banyak menjamur komunitas atau klub sepeda motor yang menyukai aktivitas cornering ini. Cornering bagi saya pribadi sebenarnya lebih cocok untuk di aplikasi ketika kita sedang track day di sirkuit karena memang lebih aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lain. Namun karena tidak semua orang bisa menyewa atau mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menggunakan sirkuit, maka mereka memilih untuk menggunakan jalan raya untuk menyalurkan hobby atau olahraga motor ini.



Lalu bagaimana cornering bisa dikatakan aman dan safety? Seperti yang sering ditekankan oleh bapak Dian Dilato sebagai salah satu pelatih riding terkenal Indonesia bahwa riding sebenarnya harus membuat kita nyaman dan aman. Nyaman dalam arti kita menikmati aktivitas riding dan cornering kita namun juga aman bagi diri kita sendiri dan juga pengguna jalan lain tidak merasa terganggu. RESPECT kepada pengendara lain di jalan raya itu penting sehingga bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan. 

Oke... ketika saya mengikuti pelatihan riding di SUPERBIKER RIDING ACADEMY yang di asuh oleh Ko Robby, beliau selalu menekankan untuk riding menggunakan otak dan tidak menggunakan perasaan. Karena sebenarnya aktivitas riding memerlukan kalkulasi atau perhitungan yang matang sehingga bisa di dapat pengalaman riding juga cornering yang tepat. Menyenangkan bagi kita namun juga aman bagi pengguna jalan lain. 

Dalam cornering kita akan mengenal beberapa istilah, yaitu : 
  • Turn In
  • Apex
  • Target Fixation (dalam beberapa akademi riding ada yang menyebutnya sebagai eye point)
  • Exit corner

Turn In adalah saat kita akan mulai memasuki tikungan atau corner. Ketika turn in kita akan melakukan deselerasi kecepatan, down shifting atau menurunkan gear (sebagian orang menyebutnya kopling) lalu mulai memasuki tikungan dengan sisa tenaga dari motor.

Apex adalah sisi terdalam dari tikungan atau corner. Kalau kita bisa mendapatkan apex dengan benar kita juga bisa mencapai kecepatan yang maksimal ketika keluar dari tikungan

Target Fixation atau Eye Point adalah posisi pandangan yang benar ketika melakukan atau dalam kondisi cornering. Target fixation yang benar akan mengurangi resika kita kaget atau ragu-ragu ketika kita melihat ada kendaraan atau pengendara lain yang ada di depan kita. 

Exit Corner adalah titik keluar akhir dari tikungan atau corner.

Nah berikutnya kita akan membahas tentang teknik cornering yang standar digunakan.

1. Proses pertama ada Turn In dengan menggunakan rem dan menurunkan grip gas, turunkan kecepatan sebelum motor mencapai tikungan. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk proses downshifting (turun gigi). Motor masih dalam posisi tegak dan juga masih melaju lurus. Pastikan kopling sudah dilepas dan grip gas sudah stabil sebelum kita mencapai tikungan. Karena kita akan melakukan cornering alangkah baiknya tidak menggunakan rem belakang. Kenapa? Karena ketika kita dalam kecepatan tinggi kemudian kita melakukan deselerasi dan down shift, rem belakang bisa menambah kemungkinan ban motor mengalami slip. Cukup kurangi kecepatan, down shift dan gunakan rem depan secukupnya dan sangat halus... untuk mendapatkan kecepatan yang tepat ketika hendak turn in.

2. Bawa /arahkan motor dari bagian luar jalan terlebih dahulu untuk kemudian menuju sisi dalam tikungan (out to in). Dijalan dua arah (jalan raya), saat memasuki tikungan ke kanan, maka bagian luar tikungan adalah area bahu/pinggir jalan, sisi dalam adalah yang mendekati -tp tidak melewati- marka tengah jalan, dan begitu sebaliknya untuk tikungan ke kiri. Prinsip ’out to in’ menguntungkan rider karena dapat membantu memberikan ruang dan sudut pandang yang lebih luas pada kita mengenai medan/ potensi gangguan yang mungkin ada di dalam/di exit tikungan. Contohnya bisa kita lihat di gambar line corner di atas.



3. Geser titik beban tubuh ke bagian dalam tikungan yang akan kita lewati. Istilah lainnya adalah Body Steering. Kenapa disebut body steering? Karena kita akan berbelok bukan dengan membelokkan kemudi motor kita namun justru dengan tubuh dan body motor kita. Bukan berarti anda harus selalu bergelantungan di motor seperti pembalap lho, kecuali anda ada di trek sirkuit seperti disini mungkin sesuai dan proporsional. Tapi kalau dijalan raya, posisi badan/pantat yang terlalu bergelantungan/over keluar tentu akan menyulitkan rider untuk bermanuver / bereaksi sekiranya ada gangguan atau bahaya mendadak saat menikung. Bagi kita pemula, sedikit menggeser posisi duduk menjadi lebih condong ke dalam tikungan saja sudah cukup. Kalo kata suhu cornering katanya Ini untuk meningkatkan ’ground clearance’, membuat kita merasa lebih pede memasuki tikungan, juga mempersulit kepala dan mata kita supaya gak jelalatan kemana mana, bisa tetap memandang ke arah jalur seharusnya kita tuju.

4. Tengokan/putar kepala kita (bukan hanya melirik dengan mata) kedalam tikungan dan arahkan pandangan lebih jauh kedepan ke bagian jalan yang ingin anda lewati. Ingat bahwa kendaraan cenderung melaju menuju kearah mana kita melihat, jadi lihatlah kearah yang ingin anda tuju, yaitu titik exit / titik keluar tikungan. Saat kita naik motor, jika pandangan kita terpaku pada satu objek misalnya, batu ditengah jalan, trotoar, kucing, atau gangguan yg lain, biasanya bukannya malah menjauh, justru tanpa sadar otak kita menuntun motor kita malah bergerak menuju ke arah gangguan yang ingin kita hindari itu. Fenomena ini dikenal sebagai ‘target fixation’.


Rossi Target Fixation

Standart Target Fixation

5. Saat kita mulai menengokkan kepala, tekan setang motor ke arah mana anda ingin menikung. Teknik ini disebut dengan Counter Steering. Tekan/dorong setang kiri jika ingin menikung ke kiri, Tekan/dorong stang kanan jika ingin menikung ke kanan. Counter steering lah sesungguhnya teknik utama dalm pengendalian motor. Jika ditunjang aau dipadukan dengan posisi badan yang jg sudah bergeser titik bebannya (body steering), akan lebih mempermudah mengarahkan/memiringkan motor sesuai keinginan kita. Jadi bukan steer atau kemudi motor yang kita belokkan. 

6. Ketika motor mulai merebah untuk menikung, buka sedikit grip gas dengan lembut teratur untuk menjaga kecepatan motor supaya tidak terus melambat (deselerasi).  Ini untuk menstabilkan motor, bukan untuk mengejar speed. Jadi jangan juga dibuka grip gas mendadak didalam tikungan, begitu juga sebaliknya; menutup gas mendadak didalam tikungan juga dapat mengagetkan motor, membebani suspensi dan ban depan secara berlebihan sehingga traksi ban belakang berkurang karena titik berat banyak geser ke ban depan, resikonya ya lowside alias tergelincir karena ban belakang gak sanggup ngegrip aspal lagi. Prinsip simpelnya posisi menikung: Jika tutup gas, motor akan semakin mudah miring karena tertarik gravitasi, Jika buka gas, motor seperti melawan gaya gravitasi dan tegak dengan sendirinya..

Marc Marquez Lowside

7. Saat motor sudah memasuki titik keluar tikungan, pindahkan kembali berat badan ke tengah jok. Ini akan mempermudah motor untuk bisa kembali tegak.

8. Selesai keluar tikungan , silahkan buka kembali grip gas untuk berakselerasi. Silahkan membuka gas untuk kecepatan yang kita inginkan dan bersiap untuk tikungan berikutnya.

Nah... di atas adalah teknik-teknik dasar dan standar dalam melakukan cornering. Perlu di ingat... aktivitas cornering ini memang menyenangkan, tapi juga memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Oleh karena itu diperlukan konsentrasi yang tinggi dan fokus. Karena salah sedikit saja bisa fatal akibatnya.

Saran saya... jika anda ingin melakukan atau menikmati riding dengan sensasi cornering... alangkah baiknya memulainya secara perlahan. Maksud saya tetap berlatihlah dengan orang yang memang bisa membimbing anda untuk memulai cornering dengan benar dan aman. Karena seringkali anak-anak sekarang hanya sekedar cornering untuk melampiaskan hobby mereka namun justru membahayakan pengendara yang lain. 

Anda bisa memulai dengan bergabung ke komunitas pecinta riding terdekat yang bisa memberikan pengetahuan seputar cornering yang benar. Setidaknya anda bisa mendapat sahabat dan saudara baru dalam menikmati salah satu aktivitas riding ini. Jadi... Keep safety and also keep the brotherhood!! Ciaoo...

Sumber : Superbiker Riding Academy & satria155.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.